Kontroversi Nazi dan Klarifikasi BIGHIT Ent

Masalah antar dua negara yaitu Korea Selatan – Jepang semakin memanas dan melebar hingga itu berdampak pada salah satu boygroup yaitu BTS.

Mereka mendapat banyak hal negatif dari kasus tersebut, sampai ke titik dimana ada tuntutan dimana BTS harus meminta maaf terkait kaos yang dipakai Jimin. Dan pernyataan NGO itu pun banyak dikecam netizen. Berikut kronologinya.

Pada tanggal 11 November, The Jewish Human Rights Organization menerbitkan sebuah artikel tentang kontroversi baju BTS baru-baru ini dan “ejekan” mereka terhadap Holocaust.

Ini diklaim karena anggota BTS mengenakan t-shirt yang mengejek korban bom atom di Jepang.

Dilansir dari Allkpop, BTS juga diduga mengejek Holocaust dengan melambaikan bendera yang mirip dengan bendera dan mengenakan topi dengan logo NAZI dalam pemotretan.

Baca Juga : Surat ‘Love Yourself: BTS’ dalam Bon Voyage Season 3

Kita pasti bertanya-tanya apa itu nazi ?

Nazi adalah sebuah partai politik pekerja nasional-sosialis Jerman pada perang dunia II.

Dan ini lambangnya.

Artikel itu juga mengklaim bahwa BTS berhutang permintaan maaf kepada Jepang dan korban bom karena “mencemooh masa lalu.”

Banyak penggemar yang marah pada artikel itu, yang ditulis tanpa RISET.

Tamar Herman , kolumnis K-pop untuk Billboard membalas tweet Simon Wiesenthal Center (sebuah kelompok hak asasi manusia milik Yahudi).

“Anda perlu menegaskan kembali pernyataan ini karena berbahaya mengkonfigurasi dan meminimalkan beberapa masalah geopolitik dan ideologis, dan tidak memberikan latar belakang atau konteks apa pun atas klaim Anda yang tidak pantas. Ini adalah pernyataan yang memberatkan dan berbahaya yang Anda buat.”

Baca Juga : Faktor Penyebab BTS Batal Tampil di TV Jepang

Fans juga menunjukkan bahwa kaos kontroversial tersebut hanya merayakan pembebasan Korea Selatan dari Jepang, dan tidak bermaksud untuk mengejek para korban bom atom.

Dilansir dari Hai-Online, sebuah stasiun TV di Jepang telah membatalkan jadwal penampilan BTS setelah beredar kabar bahwa salah seorang anggota kelompok K-Pop tersebut pernah mengenakan t-shirt bergambar ledakan bom atom.

Menjelang penampilan mereka yang dijadwalkan di TV Asahi, sebuah foto dari Jimin muncul secara online. Foto tersebut menunjukkan Jimin sedang mengenakan kaos yang menggambarkan serangan bom atom Amerika Serikat yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945 dan merenggut ribuan nyawa.

Kaos itu dicap “penghinaan” oleh beberapa orang, sementara yang lain mengklaim bahwa adanya bendera Korea di kaos tersebut dianggap memuliakan peran bom dalam memicu kemerdekaan semenanjung Korea dari pemerintahan Jepang.

Kaos yang masih dijual secara online tersebut juga memiliki tulisan “Patriotism Our History Liberate Korea” (Patriotisme Sejarah Kami Membebaskan Korea).

“Sebuah desain kaos yang dikenakan oleh salah satu anggota menimbulkan kontroversi … kami telah mendiskusikannya dengan label rekaman. Namun, kami memutuskan untuk menunda penampilan mereka kali ini,” konfirmasi TV Asahi dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga : Serunya Cuplikan BTS Bon Voyage Season 3 (Ep. 8), Episode terakhir!

Pembatalan yang dilakukan ini juga terjadi di tengah ketegangan antara Jepang dan Korea yang muncul baru-baru ini.

Awal pekan ini, sebuah pengadilan di Korea Selatan memerintahkan sebuah perusahaan Jepang untuk memberikan kompensasi bagi buruh masa perang yang dilakukan selama pemerintahan Jepang di semenanjung Korea.

Namun Jepang merespon dan mengklaim bahwa kompensasi telah ditetapkan sebagai bagian dari perjanjian yang terkait dengan perjanjian 1965.

Itulah pernyataan yang menyudutkan BTS, terkait kasus ini sendiri, pihak Big Hit Entertainment akhirnya memberikan klarifikasi tentang isu-isu negatif yang terus menimpa anak asuhannya tersebut.

Tertanggal 13 November, lewat SNS resminya, Big Hit memberikan pernyataan resmi terkait kontroversi yang menimpa BTS belakangan ini.
Berikut ini pernyataan resmi Big Hit Entertainment:

“Halo, ini Big Hit Entertainment. Belakangan ini, banyak sekali isu yang menimpa artis kami, BTS. Berikut ini rincian pernyataan kami :
Berikut ini adalah isu yang telah Big Hit review :

pertama, artis kami telah memakai kaos bergambar ledakan bom atom.

Kedua, artis kami telah memakai topi yang melambangkan Nazi pada pemotretan yang telah lama dilakukan oleh sebuah media Korea.

Ketiga, artis kami telah memakai bendera dengan lambang Nazi pada sebuah konser yang mereka ikuti.

Berikut ini pernyataan dari kami sebagai respon atas isu-isu tersebut :

Dalam promosinya, BTS dan seluruh artis kami sama sekali tak mendukung perang menggunakan bom atom. Kami tidak mendukung hal ini dan tak bermaksud melukai korban bom atom. Kami berjanji tak akan ada isu seperti ini lagi ke depannya.
Juga dalam promosi BTS serta seluruh artis kami, Big Hit tak mendukung berbagai bentuk totalitarianism, termasuk Nazism, atau berbagai kelompok bertendensi politik radikal. Kami menentang hal seperti itu dan tak memiliki niat melukai korban sejarah dari grup ini. Kami berjanji tak akan ada isu seperti ini lagi ke depannya.

Ini adalah bentuk permintaan maaf kami atas isu yang disebutkan di atas. Tentang baju bergambar ledakan bom atom, seperti yang telah kami nyatakan di atas, kami tak ada niatan melakukannya dengan sengaja, kami telah mengonfirmasi juga bahwa baju tersebut dibuat bukan untuk tujuan melukai para korban ledakan bom atom. Namun jelas bahwa pemakaian baju tersebut telah melukai para korban secara tidak sengaja karena kelalaian kami dan kurangnya kontrol serta persiapan. Kami memohon maaf dengan tulus kepada para korban ledakan bom atom yang terluka atas ketidaksengajaan artis kami memakai baju bergambar ledakan bom atom.

Baca Juga : Kemenangan BTS di “2018 MGA” MBC Plus X Genie Music Award

Tentang simbol Nazi yang dipakai pada pemotretan yang telah lalu (2014), seperti yang telah kami nyatakan di atas, kami tak melakukannya dengan sengaja. Semua baju dan aksesori yang dipakai merupakan pemberian dari media yang melakukan pemotretan. Artis kami berakhir memakainya karena kelalaian kami tak memeriksa semua atribut dan malah melukai para korban Nazi secara tak sengaja. Kami dengan tulus meminta maaf atas keterlibatan artis kami atas simbol Nazi.

Kami ingin menjelaskan bahwa isu ini bersumber dari kelalaian Big Hit yang tak dapat mensupport artis kami sepenuhnya. Artis kami harus menanggung KELELAHAN dengan segala jadwal yang padat dan tanggung jawab dari segala isu di atas merupakan tanggung jawab Big Hit Entertainment.

Ini merupakan pernyataan kami atas isu saat tampil dalam sebuah konser :

Konser tersebut merupakan konser ulang tahun dari artis legendaris Korea yaitu Seo Taeji di tahun 2017. Penampilan artis kami menjadi salah satu hal yang memuai kritikan di dunia maya karena kurangnya edukasi. Lambang dalam bendera yang dipermasalahkan merupakan murni sebuah karya seni dari seorang ilustrator yang tak memiliki koneksi apapun dengan lambang Nazi. Hal ini tidak benar,bahkan penampilan artis kami ditujukan untuk mengkritik totalitarian itu sendiri.

Big Hit akan melakukan yang terbaik untuk mencegah terjadinya kembali masalah yang telah terjadi. Motto kami adalah untuk memberikan kenyamanan dan emosi kepada dunia lewat musik artis kami. Ini adalah tantangan bagi kami untuk memikirkan berbagai aspek perbedaan di lingkungan yang penuh perbedaan dan toleransi. Selanjutnya kami akan lebih memperhatikan berbagai hal termasuk budaya, sejarah, hingga masalah sosial di sekitar kita untuk menghindari hal yang kembali melukai banyak orang tanpa sengaja.

Big Hit akan mengambil langkah berikut untuk memperbaiki kesalahan kami :

Pertama, kami menghubungi asosiasi para korban bom atom di Jepang dan Korea untuk meminta maaf dan menjelaskan masalah sebenarnya. Kami juga telah mengirim surat permohonan maaf dan penjelasan kepada Simon Wiesenthal Center [sebuah kelompok hak asasi manusia milik Yahudi].
Dengan dirilisnya pernyataan Big Hit ini, Big Hit berharap bahwa kesalahpahaman terhadap BTS akan berkurang.”

Dan intinya adalah:

•BigHit angkat bicara mengenai kasus yang akhir akhir ini lagi ramai antara BTS dan Jepang, karena saat ini politik antara Korea dan Jepang lagi memanas.

•Masalah baju Jimin yang katanya bergambar korban bom atom, itu NGGA BENER! Sebenernya foto itu menggambarkan hari dimana Korea merdeka.

•Masalah topi yang dipakai RM berlogo NAZI dipemotretan sekitar tahun 2014 lalu itu bukan BigHit yang ngepakein, tapi pihak pemotretan, tau kan kalo ada pemotretan, iklan, dsb itu semua pihak sana yang nyiapin.

•Masalah bendera berlogo NAZI dikonser 25th anniv Seo Taiji, itu NGGA BENER! itu EDITAN! Gambar dibendera yang mereka pegang adalah salah satu logo Seo Taiji dimana logo tersebut mengkritik sistem pendidikan di Korea, lagu N.O punya BTS juga ngekritik hal yang sama.

•BigHit udah ngehubungin pejabat Jepang dan asosiasi korban bom atom di korea buat ngejelasin apa yang sebenernya terjadi dan mereka sudah minta maaf.

•BigHit bilang mereka minta maaf, ini semua ngga ada salahnya BTS, ini salah BigHit yang kurang teliti dan BigHit janji buat masalah kaya gini ngga bakal kejadian lagi dimasa mendatang.

Baca Juga : Fakta-Fakta Mixtape ‘RM: MONO’

Kenapa masalahnya jadi seperti ini… sedih melihat BTS dan BigHit yang harus menanggung masalah yang tidak ada kaitannya dengan mereka.

Kuharap meskipun dengan adanya masalah ini, ARMY akan tetap selalu mendukung dan menyayangi BTS.

I PURPLE YOU….. ♥


Cr:

{KR-ENG Trans: doolsetbangtan}
{ENG-INA Trans: ig btsfams13}

2 thoughts on “Kontroversi Nazi dan Klarifikasi BIGHIT Ent”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *