Faktor Penyebab BTS Batal Tampil di TV Jepang

Bukan karena kaos yang dikenakan Jimin, BTS batal tampil dikarenakan hubungan Korea Selatan dan Jepang yang memanas, berikut kronologinya.

Pada 7 November lalu tiba-tiba saja, BigHit Entertainment sebagai agensi BTS memberikan pengumuman yang menyatakan BTS batal tampil di stasiun TV Jepang.

Dari situ kabar pembatalan tersebut menjadi pemberitaan hangat di berbagai situs berita Korea, Jepang dan Internasional.

BTS yang seharusnya dijadwalkan hadir di acara Music Station Asahi TV pada beberapa hari yang lalu mendadak batal dilakukan. Tak hanya itu, dampak lainnya juga menghampiri BTS yakni menunda seluruh jadwal acara promosi untuk album Jepang terbaru mereka.

Baca Juga : Serunya Cuplikan BTS Bon Voyage Season 3 (Ep. 8), Episode terakhir!

Topik ini menjadi perbincangan publik sejak munculnya kontroversi yang melibatkan dua anggota BTS yakni Jimin dan RM.

Berikut adalah faktor-faktor penyebab batalnya BTS di TV Jepang:

1. Hubungan Jepang dan Korea Selatan yang memanas

Korea Selatan pernah dijajah oleh Jepang. Penjajahan Jepang kala itu, hampir serupa dengan penjajahan di Indonesia, yang masih menyisakan sakit hati. Karena penjajahan Jepang memang dikenal kejam.

Salah satu masalah yang hingga kini belum terselesaikan antara Jepang dan Korea atas insiden masa perang, seperti kompensasi bagi wanita Korea Selatan yang diperdagangkan ke rumah bordil militer Jepang, serta penolakan Seoul untuk membiarkan Bendera “Matahari Terbit” (simbol yang dianggap mewujudkan pola pikir bekas kekaisaran Jepang).

Ingat kasus Tifanny SNSD yang dihujat netizen Korea karena membuat postingan dengan sticker matahari terbit saat kemerdekaan Korea Selatan?

Sesensitif itulah hubungan Jepang dan Korea.

Publik juga menilai bahwa mereka sengaja menjadikan BTS sebagai objek untuk membuat ketegangan antara Jepang dan Korea memanas usai adanya keputusan dari Mahkamah Agung Korea Selatan pada 30 Oktober lalu yang memutuskan bahwa Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp Jepang harus memberikan kompensasi kepada korban kerja paksa selama Perang Dunia II, namun keputusan tersebut ditentang oleh Jepang.

Baca Juga : Surat ‘Love Yourself: BTS’ dalam Bon Voyage Season 3

Maskipun begitu, BTS saat ini tengah berada di Jepang, dan akan melanjutkan Love Yourself tur mereka di negeri sakura itu.

2. Popularitas BTS di Jepang

Dalam urusan pemerintahan, Jepang dan Korea memang kurang akur, namun K-Pop begitu populer di negeri Sakura itu.

Sebut saja kepopuleran TVXQ, BoA, Super Junior, SNSD dan SHINee yang sangat tinggi di Jepang. Saking populernya virus K-Pop di Jepang, industri hiburan Jepang cukup kesulitan untuk mengimbanginya.

Dikutip Tribunstyle.com dari Billboard.com, pada tahun 2011, ribuan orang berkumpul di Tokyo untuk memprotes gelombang Korea di Jepang setelah seorang aktor mengatakan dia merasa “dicuci otak” oleh jumlah K-konten di jaringan TV populer dan kemudian dipecat.

Pada tahun 2013, Wall Street Journal melaporkan terkait “demonstrasi permusuhan kecil terhadap warga Korea di negara itu” yang dipentaskan setiap akhir pekan di seluruh negeri.

Sampai saat ini, K-pop mulai jarang berpromosi di Jepang yang memiliki arti umum bahwa virus K-Pop telah melambat.

Namun dengan adanya generasi baru seperti BTS dan yang lainnya, membuat virus K-Pop di Jepang seolah ‘comeback’.

3. Mengkambing-hitamkan BTS

Sebelumnya, pihak Asahi TV menyatakan bahwa mereka membatalkan kehadiran BTS di acaranya karena salah seorang anggota BTS kedapatan menggunakan kaos yang menyebabkan kontroversi di negeri Sakura tersebut. Yakni Jimin, yang terlihat menggunakan kaos bertuliskan ‘Patriotism Ourhistory Liberation Korea’ dengan gambar asap bom nagasaki.

Baca Juga : Kemenangan BTS di “2018 MGA” MBC Plus X Genie Music Award

Kabar pembatalan tersebut pun membuat isu lama diungkit kembali.

Pada 2017 lalu, saat itu BTS tengah dalam WINGS Tour mereka di Amerika. Jimin terlihat mengenakan liberation shirt. Penampilan Jimin dengan kaus itu pun tayang di salah satu adegan dalam film dokumenter Burn The Stage.

Ternyata kaos tersebut memiliki hubungan erat antara sejarah Korea dan Jepang.

Liberation shirt ini berhubungan dengan kejadian bom Hiroshima yang terjadi di Jepang, sekaligus momen pembebasan Korea atas penjajahan Jepang kala itu.

Bagi orang Korea, kaos tersebut erat kaitannya dengan momen bersejarah kemerdekaan Korea. Sementara bagi Jepang, kaos tersebut erat kaitannya dengan sejarah bom dashyat yang terjadi di Hiroshima, Kalau kamu baca sejarah bom Hiroshima, pasti tahu yang itu adalah momen dimana Jepang amat terpuruk. Itu sebabnya banyak orang Jepang yang kurang suka.

Secara tak langsung, kepopuleran BTS ini digunakan sebagai isu politik antar kedua negara oleh beberapa media.

Pada akhirnya, Lee Gwang Jae, designer dari kaos kontroversial yang digunakan Jimin buka suara untuk memberikan pernyataan klarifikasinya mengenai arti design dari kaos yang dibuat olehnya tersebut. Gwang Jae mengungkap, “Aku tidak bermaksud menghina negara Jepang dalam kaos buatanku. Itu adalah sebuah ekspresiku terkait sejarah dulu dimana negara Korea bisa bebas karena peristiwa bom atom yang membuat Jepang menyerah tanpa syarat.”

Tak hanya itu, Asahi TV juga mempermasalahkan salah satu tweet dari leader BTS, yang berkata “No future for the people who forgot the history” pada hari kebebasan Korea bulan Agustus.

Dari penjelasan diatas, sudah jelas bahwa kaos yang digunakan Jimin bukanlah kaos yang berisi penghinaan terhadap Jepang namun bermakna tentang pembebasan Korea dari penjajah jaman dahulu.

Di sisi lain, akibat adanya pemberitaan ini, salah satu artikel yang berjudul “Blokir Demam Hallyu (Block The Korean Wave)” juga ikut memanaskan kontroversi BTS ini. Beberapa petinggi di Jepang diduga sengaja menargetkan BTS sebagai objek kambing hitam mereka untuk gerakan ‘Korean-Hatred (Benci Negara Korea)‘.

Dikabarkan pula Asahi TV, pihak yang pertama kali memunculkan kontroversi ini ternyata berada di bawah kendali salah satu petinggi jepang yang kontra dengan Korea.

Baca Juga : Teori BTS ‘Singularity’

Sementara itu, hingga saat ini, Big Hit Entertainment belum memperbaharui info terbaru mengenai jadwal promosi BTS di Jepang. Namun, untuk jadwal tur Dome konser BTS di Jepang akan tetap berlangsung sesuai tanggal yang telah ditentukan sebelumnya.

[INFO]

Ketika BTS mau berangkat ke Jepang, saat dibandara Incheon kita bisa melihat hal yang sangat berbeda dari Jimin.

Jimin terlihat sangat sedih, dia bahkan tidak memakai aksesoris, menutupi wajahnya dengan masker dan memakai baret sehingga rambutnya menutupi mata sedihnya. Ini sangat berbeda dengan Jimin yang selalu ceria dimanapun.

Para member juga lebih protect terhadap Jimin saat ini. Sepertinya Jimin merasa bersalah atas kasus yang melibatkan dua negara ini.

BTS digunakan sebagai senjata politik, mereka sangat tertekan karena mereka hanyalah anak-anak yang menjadi penyanyi untuk menghibur para penggemarnya. Sekali lagi, BTS hanyalah anak kecil. Ini adalah masalah yang akan membutuhkan waktu lama untuk diselesaikan, tolong jangan berikan tekanan untuk memberikan semua ini sekaligus pada mereka. Tolong dukung saja mereka agar mereka dapat fokus untuk bernyanyi dan menghibur para penggemarnya. Itu saja sudah cukup.

JIMIN…. I PURPLE U ♥


Cr: HilqiViska, daegi1632, sugafull27, TRIBUNSTYLE.COM

2 thoughts on “Faktor Penyebab BTS Batal Tampil di TV Jepang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *