BTS NOTES (HYYH) Love Yourself : HER (Sub Indo)

Seokjin
2 Maret 2019

(Karena sekolah di Korea memulai tahun ajaran baru di musim semi, ini adalah hari pertama sekolah di Korea.)
Aku mengikuti ayahku masuk ke dalam kantor kepala sekolah. Tempat ini lembap. Hari ke sepuluh sejak aku kembali dari Amerika. Kemarin aku dengar aku harus turun satu kelas karena sistem sekolah yang berbeda. “Kalau begitu tolong jaga dia”. Ayah menepuk pundakku dan aku merinding tanpa sadar.
“Karena sekolah adalah tempat yang berbahaya, maka diperlukan aturan”, Kepala Sekolah mengatakannya sambil menatap lurus ke arahku. Setiap kali Kepala Sekolah mengatakan sesuatu, lemak di wajahnya dan di sekeliling mulutnya akan bergerak juga dan bagian dalam dari taring hijaunya (mulut) berwarna merah tua (T/N: Aku tidak terlalu yakin apa kata dalam Bahasa Korea aslinya namun pada dasarnya dia menggambarkan si Kepala Sekolah sebagai iblis).
“Jangan bilang Seokjin-goon juga berpikir demikian?”
Aku bisa merasakan ayahku menekan lebih kuat pada pundakku sementara aku berpikir bagaimana cara menjawab pertanyaan yang tidak terduga ini. Aku mengepalkan tangan saat aku merasakan tulang pundakku remuk. Aku gemetar dalam keringat dingin.
“Kau harus menjawabku bagaimanapun juga. Seokjin-goon harus jadi murid yang baik.”
Kepala Sekolah menatapku tanpa ekspresi. Ketika aku pada akhirnya mencicit “Ya”, rasa sakitku menghilang saat itu juga dan aku mendengar tawa dari ayahku dan Kepala Sekolah. Aku tidak bisa mengangkat kepalaku dan hanya bisa melihat sepatu ayahku dan Kepala Sekolah. Walaupun aku tidak tahu dari mana datangnya cahaya, cahaya itu membuatku takut.
——————————

Seokjin
11 April 2022

(Tanggal yang sama dengan catatan Jungkook)
Aku datang ke laut sendirian. Lewat kamera laut itu tampak biru lebar dan seolah memeluk. Sama dengan cahaya matahari yang terpantul pada laut, angin yang bertiup pada pohon-pohon dan sama seperti sebelumnya. Jika ada yang berubah, itu adalah aku. Bersamaan dengan tombol shutter kutekan, aku tiba-tiba saja mengingat kembali saat 2 tahun dan 10 bulan yang lalu, namun saat itu menghilang dengan cepat. Kami duduk di sepanjang laut bersama, meskipun kami lelah dan kecewa namun setidaknya kami bersama.
Aku menyetir dan menginjak pedal gas, melewati pom bensin setelah terowongan. Aku menurunkan kaca jendela saat aku berhenti di dekat sekolah kami. Saat itu adalah malam di musim semi, udaranya hangat dan bunga sakura berjatuhan dari pohon yang berdiri di sisi dinding. Setelah melewati sekolah, beberapa persimpangan jalan lagi, belok kiri dan belok kanan. Aku melihat cahaya di pom bensin tempat Namjoon bekerja.

__________

Seokjin
13 Juni 2022

Setelah kembali dari laut itu, kami semua sendirian.
Kami tidak saling berhubungan seolah kami memang merencanakannya. Kami hanya mengasumsikan eksistensi kami dari graffiti yang ditinggalkan di jalan, pom bensin yang bercahaya terang, dan suara piano dari gedung tua. Ini adalah saat gambaran kemudian dari malam itu menjadi nyata bagaikan sebuah “penglihatan”. Kedua mata Taehyung tampak seolah mengeluarkan api, cara mata mereka memandangku seolah mereka telah mendengar sesuatu yang tidak dapat dipercaya, tangan Namjoon yang mencoba menghentikan Taehyung, serta aku yang tidak dapat menahan diri dan memukul Taehyung.
Tidak berhasil menemukan Taehyung yang melarikan diri, aku kembali ke asrama di dekat pantai dan tidak seorangpun ada di sana. Hanya pecahan cangkir kaca, noda darah yang mulai mengering, remah-remah kue, yang membawaku kembali pada apa yang telah terjadi beberapa jam lalu. Ada sebuah foto tergeletak di tengah semuanya. Dalam foto itu, kami berdiri bersama tersenyum sambil berpose dengan laut sebagai latar belakang.

Baca Juga : BTS Notes (HYYH) Love Yourself: Tear (Sub Indo)


Bahkan hari inipun, aku hanya berjalan melewati depan pom bensin. Hari di mana kami bertemu lagi akan datang. Suatu hari kami akan tersenyum bersama seperti di dalam foto. Hari di mana aku memiliki keberanian untuk menghadapi diriku sendiri sepenuhnya akan datang. Namun, sekarang, saat ini bukanlah saat yang tepat. Bahkan hari inipun, angin yang basah bertiup sama seperti pada hari itu. Dan detik selanjutnya, ponselku berdering seperti sebuah peringatan. Foto yang kugantung pada cermin di ruangan mulai bergoyang. Aku melihat nama Hoseok pada layarnya.
“Hyung, Jungkook mengalami kecelakaan malam itu.”
_________

Seokjin
15 Agustus 2022

Saat dimana aku berhenti mendadak ketika menyetir jauh dari persimpangan dan mulai menyetir lebih cepat. Mobil di belakangku membunyikan klakson dengan kesal dan melewatiku, dan rasanya seperti seseorang bahkan mengumpat padaku namun aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas karena kebisingan kota. Aku melihat sebuah toko bunga kecil di pojok gang sebelah kanan. Aku tidak berhenti mendadak karena melihat toko bunga itu. Rasanya lebih seperti aku pernah melihat toko bunga itu setelah berhenti mendadak.

Aku tidak punya ekspektasi yang tinggi sampai pemilik toko yang menyusun dokumen di pojok toko bunga yang sedang diperbaiki di dalam menghampiriku. Aku sudah mengunjungi beberapa toko bunga namun tidak ada satupun penjual bunga yang tahu keberadaan bunga ini. Mereka menunjukan padaku bunga-bunga yang tampak mirip dari warnanya. Namun, aku tidak mencari sesuatu yang mirip. Setidaknya bunga itu harus asli. Si pemilik toko menatap wajahku setelah mendengar nama bunganya. Si pemilik kemudian bilang toko bunganya belum resmi dibuka namun mereka bisa mengirim dan bertanya padaku, “Mengapa kamu butuh bunga yang satu itu?”
Sambil memutar stir dan memasuki jalanan kembali, aku berpikir. Alasan mengapa aku membutuhkan bunga yang satu itu. Aku hanya punya satu alasan. Karena aku ingin membuat dia bahagia. Aku ingin melihatnya bahagia. Aku ingin menjadi orang yang baik.
——————————

Jungkook

25 Juni 2020

(Tanggal yang sama dengan catatan Yoongi)
Debu bergesekan dengan jariku ketika aku menyentuh tuts piano. Suara dari tuts piano yang kutekan dengan keras berbeda dengan suara yang (Yoongi) Hyung mainkan. Sudah 10 hari sejak Hyung datang ke sekolah. Hari ini aku mendengar bahwa Hyung akan dikeluarkan dari sekolah. Namjoon Hyung dan Hoseok Hyung tidak mengatakan apa-apa. Aku juga tidak menanyakan apapun karena aku merasakan takut dalam kesunyian.
Dua minggu yang lalu, Hyung membuka pintu tempat rahasia kami. Hanya ada kami berdua. Saat itu sedang kegiatan open house. Kami tidak mau ada di kelas jadi kami pergi ke tempat rahasia. Hyung tidak berbalik dan terus memainkan piano. Sementara aku meletakkan dua meja jadi satu, menutup mataku dan berpura-pura tidur. Meskipun Hyung dan piano itu adalah dua hal yang terpisah, namun rasanya seperti mereka terhubung. Aku tidak tahu kenapa namun aku merasa ingin menangis ketika Hyung memainkan piano.

Baca juga : Teori MV BTS ‘IDOL’

Aku bisa merasakan air mataku keluar jadi aku berbalik dan terus berbaring di atas meja.Tiba-tiba pintu dibuka, seperti dirusak. Suara piano juga langsung berhenti. Aku tersandung beberapa langkah dan terjatuh setelah menerima sebuah tamparan. Saat aku menahan dengan sabar omelan guru, suara guru itu tiba-tiba berhenti. Aku mendongak dan melihat Hyung berdiri di depanku dan mencengkeram bahu guru itu. Aku bisa melihat ekspresi guru itu lewat pundak Hyung dan melihat bahwa dia marah sampai ingin pingsan.
Menekan tuts piano, memainkan lagu yang Hyung mainkan sebelumnya. Apakah Hyung benar-benar akan dikeluarkan dari sekolah? Apakah dia tidak akan pernah kembali? Itu bukan hal yang luar biasa bagi Hyung ketika dia dimarahi, kan? Jika bukan karena aku, Hyung tidak akan terkena masalah dengan guru. Jika bukan karena aku, akankah Hyung masih di sini memainkan piano?
——————————

Jungkook
11 April 2022

(Tanggal yang sama dengan catatan Jin)
Pada akhirnya, itu berubah seperti apa yang aku inginkan. Beberapa preman yang kutemui di jalan dengan sengaja menabrakku dan memukulku dengan keras. Mereka menatapku yang tertawa selagi dipukuli, dan bertanya apakah aku orang gila, dan memukul bahkan lebih keras lagi. Bersandar pada rolling door, aku melihat rumput yang berdiri sepertiku. Mereka jatuh setelah angin berhembus. Sama sepertiku. Aku merasa seperti akan menangis dan tersenyum lagi.

Ketika aku menutup mataku, aku sepertinya melihat ayah tiriku batuk, dan kakak tiriku tertawa di sampingnya. Keluarga ayah tiriku menatap ke arah lain dan mengatakan hal-hal tidak berarti. Seolah aku tidak ada di sana, seolah keberadaanku bukan apa-apa. Di depan mereka, ibuku hanya bisa mendengarkan dan melakukan sesuai (dengan yang disuruh). Debu dari lantai membuatku bersin, rasanya sakit seolah dadaku ditusuk pisau. Aku memanjat atap dari tempat konstruksi. Kota dipenuhi kegelapan. Aku memanjat di luar pagar dengan kedua tanganku terbuka lebar. Pada satu saat kakiku bergoyang dan aku hampir kehilangan keseimbangan. Jika aku mengambil satu langkah lagi, aku akan mati kan? Kupikir. Jika aku mati, maka biarkan semua ini berakhir. Tidak ada yang akan bersedih bahkan jika aku tidak ada.
__________

Yoongi/Suga

25 Juni 2020

Aku membuka pintu dengan mendorongnya, membuka laci terakhir dari meja belajar dan mengeluarkan sebuah amplop dari dalamnya. Ketika aku membalik amplop tersebut, sebuah tuts piano jatuh ke lantai dengan bunyi “tak”. Setelah beberapa saat, aku membuang tuts piano yang gosong itu ke tempat sampah dan berbaring di atas tempat tidur. Jantungku yang berdebar tak bisa tenang setelah sekian lama, aku menghembuskan napas, ada tanda arang di tanganku yang aku tak tahu bagaimana bisa di sana.

Aku sudah pergi ke rumah yang jadi berantakan setelah kebakaran, sendirian setelah pemakaman. Aku memasuki kamar ibuku, dan melihat piano yang terbakar tak bisa dikenali. Aku duduk setelah ragu-ragu. Cahaya matahari sore masuk dari jendela. Aku duduk di sana cukup lama. Pada sisa-sisa cahaya matahari terakhir, tuts piano seolah bergerak. Apakah ini sungguh tuts piano yang menghasilkan suara sebelumnya? Aku memikirkan berapa banyak ibuku telah menyentuh tuts piano ini. Untuk itu aku mencungkil satu keluar, menaruhnya di kantungku dan pergi.
Setelah sekitar 4 tahun, rumah itu selalu sunyi. Kesunyiannya membuat orang jadi gila. Setelah Ayah tidur pada jam 10 malam, segalanya menjadi bahkan lebih sunyi lagi sampai terasa menyesakan. Inilah aturan di rumah ini. Aku lelah karena aku harus tinggal dalam kesunyian seperti itu, mengikuti waktu dan aturan yang sudah ditentukan. Bukan hal yang sederhana mengikuti kondisi seperti itu namun apa yang lebih sulit adalah aku harus tinggal di rumah ini. Mengambil uang saku dari Ayah, makan malam dengan Ayah, mendengarkan omelannya. Kapanpun aku bercekcok mulut dengan Ayah, aku juga berpikir untuk meninggalkan Ayah dan melarikan diri dari rumah dan hidup sendiri dengan baik. Namun aku tidak pernah punya cukup keberanian untuk benar-benar melakukannya.
Aku bangun dari tempat tidur dan memungut tuts piano dari tempat sampah (yang ada di bawah meja belajar). Aku membuka jendela dan angin malam masuk. Apapun yang terjadi hari ini rasanya sama seperti bagaimana angin ini masuk dan menamparku. Aku menggunakan semua kekuatanku dan melempar tuts piano itu ke udara dingin. Sudah 10 hari sejak terakhir kali aku pergi ke sekolah. Kudengar aku akan dikeluarkan dari sekolah. Bahkan jika aku tidak mau, kurasa aku akan ditendang dari sekolah. Aku tidak tahu apakah pendengaranku yang berkurang namun aku tidak mendengar suara tuts piano jatuh ke lantai. Aku tidak akan bisa tahu tidak peduli betapa kerasnya aku memikirkan suara apa yang akan ada di sana ketika tuts piano jatuh ke lantai. Tidak peduli seberapa banyak waktu telah berlalu, piano itu tidak akan menghasilkan suara lagi. Karena aku tidak akan pernah memainkannya lagi.
——————————

Yoongi
7 April 2022

Aku menghentikan langkahku setelah mendengar suara piano yang tidak mahir. Di area konstruksi yang terbuka ini, seseorang menyalakan tangki minyak dan aku bisa mendengar suara “kratak” dari api. Meskipun aku tahu potongan musik yang sedang dimainkan pernah kumainkan sebelumnya, namun apa, kupikir. Aku mulai terhuyung-huyung karena aku sedikit mabuk. Beberapa hal muncul di pikiranku saat aku menutup mata. Mengikuti api yang membara, suara piano di antara panasnya, kondisi mabuk (membuat semua itu) menjadi kabur.

Tiba-tiba, aku mendengar suara siulan, beberapa mobil melewatiku dengan bahayanya. Lampu depannya menyala dan angin bertiup ke arahku ketika mobil itu melewatiku, kondisiku yang mabuk membuat tubuhku bergetar dalam kekacauan ini. Aku bisa mendengar suara omelan pengemudinya. Aku berhenti dan ingin balik mengomel namun aku tiba-tiba sadar bahwa suara piano yang tadi kudengar sudah menghilang. Di antara api, suara angin dan mobil, aku tidak bisa mendengar suara piano itu. Sepertinya sudah berhenti. Kenapa berhenti? Dan siapa yang memainkan pianonya?
Dengan bunyi “kratak”, api menghilang dalam kegelapan. Aku menatap kosong pada pemandangan itu. Panasnya mengarah ke wajahku. Aku mendengar bunyi “daang”, (seperti seseorang) menggunakan kepalan tangan untuk memukul piano. Aku menoleh ke belakang karena gerakan refleks. Pada saat itu, rasanya seperti darahku berhenti mengalir dan aku tidak bisa bernapas dengan benar. Seperti suara yang kudengar ketika aku bermimpi buruk (ketika aku kecil). (T/N: Sejujurnya aku tidak bisa mengerti paragraf ini dengan tepat. Kurasa ada salah terjemah.)

Detik selanjutnya aku berlari. Bukan pikiranku namun tubuhku. Aku berlari ke toko peralatan musik. Aku tidak tahu kenapa namun rasanya seperti saat ini terulang berkali-kali. Rasanya seperti aku melupakan sesuatu yang harus kulakukan.
Di dalam toko peralatan musik yang jendelanya pecah, siapa yang duduk di depan piano. Meskipun sudah beberapa tahun namun aku menangis dan mengepalkan tanganku setiap kali aku memikirkannya. Aku tidak ingin punya hubungan dengan siapapun. Aku tidak ingin menghibur kesepian siapapun, tidak ingin jadi orang yang berharga bagi siapapun. Karena aku sudah tidak punya kepercayaan diri untuk melindungi kepercayaan diri orang itu, tidak punya kepercayaan diri untuk tetap bersamanya sampai akhir. Karena aku tidak ingin melukai siapapun atau tidak ingin siapapun terluka.
Aku perlahan melangkah. Aku ingin berbalik dan pergi namun aku tanpa sadar bergerak mendekat pada seseorang yang memainkan nada yang salah. Namun Jungkook mengangkat kepalanya dan menatapku, “Hyung”. Itu adalah kali pertama kami bertemu setelah aku keluar dari sekolah.
——————————

Yoongi
8 Juni 2022

Aku melepas bajuku lagi. Diriku di cermin tidak terlihat seperti diriku. Kaos dengan kata “mimpi” tidak tampak seperti gayaku tidak peduli bagaimanapun kau melihatnya. Merah, kata “mimpi”, desainnya yang ketat, aku tidak menyukainya. Karena aku terlalu kesal, aku mengeluarkan sebatang rokok dan mulai mencari pemantik. Karena di dalam saku jeans-ku tidak ada, aku membalikkan tasku. Dia terkejut dan mengambil pemantik milikku dariku dan melempar sebuah lolipop ke arahku beserta baju ini.

Baca juga : Pameran ‘2018 BTS EXHIBITION’

Aku bangun dari tempat dudukku sambil menggaruk kepalaku. Suara SMS bisa terdengar dari ponselku. Menatap 3 nama di layar ponselku, hatiku terasa berat. Setelah mengkonfirmasi beritanya, aku mematahkan rokok menjadi dua. Detik selanjutnya “diriku” di cermin tertawa. Bagaimana mengenakan kaos “mimpi” merah itu bagus? Aku tertawa seperti orang bodoh.
——————————

Hoseok/J-Hope

25 Februari 2021

Aku tidak bisa mengalihkan pandangan dari cermin di mana aku menari. Tempat itu ada dalam pikiranku bahkan meskipun aku tidak bisa menyentuh tanahnya. Aku bisa merasakan kebebasan dari pandangan dunia dan diriku sendiri. Aku mengayunkan tubuhku bersama musik dan menyerahkan jiwaku pada tubuhku. Selain itu, tidak ada yang penting.
Sepertinya usiaku 12 tahun ketika aku pertama kali menari. Sepertinya untuk sebuah performance. Aku menarik perhatian semua teman sekolahku ketika aku berdiri di atas panggung. Aku masih bisa mengingat samar-samar tepuk tangan dan teriakan yang kuterima hari itu dan juga bagaimana aku merasa diriku sempurna. Itu adalah saat dimana aku merasa bahwa menari seiring musik menyenangkan.
Kebahagiaan itu, kebahagiaan itu bukan karena tepuk tangan penonton namun lebih karena bagian dalam diriku. Aku baru menyadarinya sekian lama kemudian. Diriku di luar cermin dibebani oleh banyak hal. Aku tidak bisa menahan ketika kakiku meninggalkan lantai untuk beberapa detik, aku harus tersenyum bahkan saat aku membencinya, bahkan saat aku sedih. Dan pingsan di tempat yang tidak diketahui setelah makan obat-obatan tidak berguna.

Jadi aku telah memutuskan untuk tidak melepaskan mataku dari “diriku” di cermin ketika aku menari. Aku dengan tenang menyambut saat-saat dimana aku merasa diriku sempurna, terbang setelah meninggalkan semua hal berat, percaya bahwa aku akan menjadi lebih bahagia/diberkati. Aku ingin melihat saat itu sendiri.
——————————

Hoseok
31 Maret 2022

Aku merasa seperti aku akan sesak napas dan aku menghindari tatapanku pada pantulan (dari cermin) karena refleks. Aku menari cukup lama. Meskipun napasku masih bergetar namun aku tidak berpikir tentang hal itu lagi. Kurasa aku memang mirip dengan ibuku. Tidak, bukan pikiran itu atau apa yang kuakui. Itu bukan sesuatu yang bisa dijelaskan atau bisa digambarkan.
Aku tidak bisa menatap langsung wajahnya bahkan meskipun kami telah mengenal satu sama lain lebih dari 10 tahun. Belajar menari bersama, gagal dan melewati kesulitan bersama, menyemangati satu sama lain. Atau berbaring di atas lantai berkeringat dan bercanda dengan saling melempar handuk. Pada masa itu, sebuah perasaan yang tidak pernah terjadi tiba-tiba saja terjadi.
Aku terburu-buru berdiri dari posisiku. Aku menoleh ke kiri dan ke kanan pada sebuah sudut dan menyandarkan punggungku pada dinding. Aku ingin menyusun pikiran-pikiranku namun aku bahkan belum menenangkan napasku dan aku mendengar sebuah suara mengatakan “Hoseok-ah, kau pergi kemana?”. Suara siapa itu? Apa itu suara seseorang? Suara yang memanggil “Hoseok”, aku tidak bisa mengingatnya walau bagaimanapun, suara itu membawaku kembali ke usia 19 tahun.
——————————

Jimin

30 Agustus 2019

Sementara Hoseok Hyung menjawab telepon, aku bermain-main dengan menginjak bayangan Hyung. Hoseok Hyung tertawa keras dan bilang, “Jimin sudah tumbuh besar.”
Memakan waktu dua jam berjalan kaki dari sekolah ke rumah. Jika naik bus, tidak butuh waktu lebih dari 30 menit namun terlalu cepat jika bilang butuh 20 menit. Namun Hyung selalu membawaku mengambil jalan pendek, gang-gang atau bahkan memanjat jembatan dan kami akan dengan keras kepala berjalan di rute ini.
Sudah setahun sejak aku keluar dari rumah sakit dan pindah sekolah. Jauh dari rumah ke sekolah dan aku tidak kenal siapapun namun kurasa tidak apa-apa. Omong-omong, aku sudah sering pindah sekolah dan siapa yang tahu kapan aku akan masuk rumah sakit lagi. Jadi kurasa ini bukan hal besar.
Aku melarikan diri setelah meledek Hyung yang menjawab telepon dengan menginjak bayangannya lagi. Hyung mematikan sambungan dan mengejarku. Di bawah panas tatapanku, es krim meleleh, aku bisa mendengar suara jangkrik. Namun tiba-tiba aku takut. Berapa lama hari-hari ini akan bertahan?
——————————

Jimin
28 September 2020

Aku tidak bisa menghitung sudah berapa hari sejak aku masuk rumah sakit. Itu adalah hal yang ingin kulakukan atau harus kulakukan ketika aku diizinkan keluar dari rumah sakit. Lewat jendela, aku melihat pohon-pohon dan rumput di kejauhan, menatap orang-orang dengan segala macam pakaian. Rasanya waktu belum terlalu lama berlalu.

Baca Juga : BTS Notes (HYYH) Love Yourself: Answer (Sub Indo)

Setelah begitu banyak usaha, baru sebulan. Kadang aku akan melihat orang-orang dengan seragam sekolah, namun bahkan itupun tidak membuatku merasakan hal yang spesial lagi. Apakah itu karena obat-obatan akan membuat semuanya jadi kabur?
Namun hari ini adalah hari yang spesial. Jika aku harus membuat sebuah buku harian ini adalah hari yang harus ditulis. Namun aku tidak menulis buku harian lagi karena aku tidak mau membuat masalah. Hari ini adalah kali pertamaku berbohong. Aku menatap mata dokter dan berpura-pura kesakitan.
“Aku tidak bisa mengingat apapun”.

_________

Namjoon/RM

15 Mei 2020

Aku pergi ke gudang kelas kemana aku selalu pergi dan mengklaimnya sebagai tempat rahasia kami. Aku memungut beberapa kursi ketika aku berjalan masuk. Aku mengatur meja yang terbalik, mendirikannya dan membersihkan debu di atasnya dengan telapak tanganku.
Bagi manusia, perpisahan selalu sentimentil. Hari ini adalah hari terakhir sekolah dan juga dua minggu sebelum kami pindah rumah. Aku tidak tahu apakah aku akan kembali lagi kemari suatu saat dan apakah aku akan bisa melihat Hyung dan dongsaengku lagi. Aku melipat kertas menjadi setengah dan meletakannya di meja. Meskipun aku memegang pensil namun aku tidak tahu ingin menulis apa. Hanya waktu yang berlalu. Setelah menulis beberapa kata tidak berarti, pensil itu patah dengan bunyi “tak”. “Kau harus bertahan”. Aku tanpa sadar mencoret-coret di atas kertas yang tersisa dengan garis kertas hitam. Di antara coretan-coretan dan bubuk kertas hitam, aku teringat akan kemiskinan, orang tua, adik (T/N: tidak yakin jika ini merujuk pada adik di BTS atau keluarganya), pindah rumah dan hal-hal berantakan lainnya.

Baca Juga : MV BTS ‘IDOL’ vs Youtube. ada apa dengan Youtube?

Aku meremas kertasnya jadi bola, memasukkannya ke dalam saku dan bangkit dari kursiku. Ada debu lagi setelah aku meletakkan kembali mejanya. Sambil bersiap pergi aku menghindari(?) jendela dengan napasku dan meninggalkan tiga kata. Tidak cukup(?) pada saat apapun namun bisa tersampaikan pada semua orang bahkan jika tidak terucapkan. “Kita akan bertemu lagi” (dalam bahasa Korea itu tiga kata). Kuharap ini adalah janji di antara kita.——————————

Namjoon
11 April 2022

(Tanggal yang sama dengan catatan Jin dan Jungkook.)
Aku mengeluarkan baju yang sudah kugunakan baru-baru ini dan meletakannya di punggung Taehyung serta menepuknya. Itu adalah baju yang punya gambar sama persis dengan yang kugunakan saat ini. Taehyung tersenyum tidak natural saat melepas bajunya yang sobek. Dari arah dimana sinar matahari masuk ke dalam mobil, aku bisa melihat noda darah dan tanda di punggungnya. Hoseok menatapku bingung sementara Taehyung mengenakan bajuku dan menatap dirinya sendiri lewat cermin tua yang pecah, dan menyeringai.

“Anak ini pergi mencoret-coret (dinding) dan tertangkap. Aku harus menjaminnya agar bisa keluar dan terlambat beberapa waktu”. Aku menepuk Taehyung dan menjelaskan untuknya. Taehyung kemudian bertingkah berlebihan dan berpura-pura meminta maaf padaku. Yoongi Hyung yang duduk di salah satu pojok mobil perlahan maju dan menepuk pundak Taehyung.
——————————

Taehyung/V

29 Desember 2010

Aku masuk ke dalam ruangan setelah melepas sepatu dan menjatuhkan tasku, dan Ayah ada di dalam. Aku memikirkan berapa lama sejak aku terakhir melihatnya atau kemana saja dia. Aku hanya berlari ke dalam pelukannya. Aku tidak bisa mengingat dengan jelas apa yang terjadi selanjutnya. Apa aku mencium bau alkohol lebih dulu atau mendengar dia memarahiku. Ataukah aku ditampar olehnya? Tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Bau busuk alkohol, napas kasar dan bau. Matanya merah dan janggutnya berantakan. Lalu dia menggunakan tangan besarnya untuk menamparku, menanyakan apa yang sedang kulihat dan menamparku lagi. Kemudian dia mengangkatku tinggi-tinggi. Walaupun mata merahnya menakutkan, aku tidak bisa menangis karena aku terlalu takut. Itu bukan ayahku, ya dia ayah, namun dia tidak seperti ayah. Aku menendang kakiku di udara. Detik selanjutnya kepalaku membentur dinding dan aku jatuh ke lantai. Aku merasa seperti kepalaku akan meledak. Pandanganku menjadi kabur dan perlahan menjadi gelap. Semua yang bisa kudengar dalam pikiranku adalah suara napas ayahku.
——————————

Taehyung
22 Mei 2022

Aku melewati area pohon-pohon itu lagi ketika aku menerima panggilan dari Hyung. Baru-baru ini, hal itu terus terjadi. Aku pindah ke tempat di mana tidak seorangpun bisa mendengarku. Aku dengan sengaja memperlambat langkahku dan menyembunyikan diriku di dekat laut. Hyung tidak melihatku dan hanya melewatiku. “Bukankah kau hanya satu tahun lebih tua dariku? Toh ini bukan sesuatu yang harus kupertanggung jawabkan, aku akan mengurusnya.”
Ada sesuatu yang dingin memanjat punggungku dan menghilang. Segalanya di dunia terasa bagaikan telah runtuh, rasanya seperti aku menggelepar di kedalaman laut, membuat orang-orang merasa kedinginan dan takut, tragis dan kesepian. Aku marah dan aku merasa bahwa aku tidak bisa sabar menghadapinya lagi. Aku ingin menghentikan semuanya, ingin memukulnya. Namun aku yang kotor itu masih takut. Tubuhku dialiri darah Ayah. Apakah dalam diriku juga ada kekerasan? Ada sesuatu yang ingin meledak keluar dari jaring pertahanan diri yang kusiapkan dengan erat.

——————————

Taehyung
25 Juni 2022

Setelah mendengar suara di belakangku, aku dengan sengaja memelankan langkahku. Ini ketiga kalinya kami bertemu di minimarket. Jika ada hal/orang lain, dia melarikan diri setelah melihatku. Dia akan melangkah kesana dan kemari di tempat terbuka di belakang minimarket dan bersembunyi setelah aku muncul. Dia pikir dia menyembunyikan diri dengan baik namun aku bisa melihat bayangan panjang di tempat terbuka. Aku tertawa keras dan berpura-pura tidak melihatnya dan dia mulai mengikutiku.

Memasuki gang sempit, ini adalah satu-satunya area dimana lampu jalan tidak menyala. Gang itu panjang. Lampunya ada di tengah. Jika lampunya di depan, bayangannya akan ada di belakang. Saat ini bayangannya di belakangku. Memungkinkan untuk melihat tingkahnya bahkan jika dia menahan napas. Aku mulai mempercepat langkahku dan lampu jalan yang ada di belakangku membuat bayanganku ada di depan. Setelah beberapa waktu, bayangan lain muncul di lantai semen. Jika aku berhenti, tidak ada gerakan. Kedua bayangan dengan tinggi yang berbeda berhenti.
Kubilang “Aku akan menunggu sampai kita kembali kemari”. Bayangan itu terkejut dan melompat. Dia menahan napas seolah dia tidak di sana. “Aku melihatnya”, aku menunjuk ke arah bayangan. Tidak lama setelahnya, dia datang mendekatiku dengan langkah keras yang disengaja. Aku tersenyum.
——————————

11 thoughts on “BTS NOTES (HYYH) Love Yourself : HER (Sub Indo)”

  1. 全面提供樓宇按揭貸款計劃及優惠,不限物業種類及樓齡,免收入証明及繁複的審查程序。 極具透明度及彈性. 24小時批核. 法例認可放債人機構.一按、二按、轉按、加按?無任歡迎 上市公司經營,信心保證,立即申請! 度身訂做借貸計劃.

  2. FineScan 會在肌膚上製造數以千計的細小深入傷口,即所謂的顯微加熱區(microthermal zone),但要確保每次治療時皆有部份組織不受能量影響,於是,每一個顯微加熱區的作用雖然強烈而明顯,但周圍都包覆著正常且結構完整的皮膚組織,使傷口能在短時間內癒合,並替換之前有缺陷的受損組織。Finescan不僅可讓表皮新生,更可促進深層膠原再生,從內而外徹底喚醒細胞,瞬時找回年輕時的肌膚狀態。憑藉最新的雙軸技術,FINESCAN 6可治療 – 面部 – 頸部 – 暗瘡凹凸洞 – 增生性疤痕

  3. Hello. I have checked your keluargaarmyxbts.com and
    i see you’ve got some duplicate content so probably it is the reason that you don’t rank high in google.
    But you can fix this issue fast. There is a tool that rewrites content like human, just search in google:
    miftolo’s tools

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *